Thursday, October 18, 2012

Jimak Keutamaan Bersetubuh Malam Jum'at


“Suami wajib menyetubuhi istrinya sekurang-kurangnya satu kali dalam sebulan,” kata Ibnu Hazm, “kalau tidak, berarti ia durhaka terhadap Allah.”

gambar hiasan


Jika Ibnu Hazm berbicara tentang kewajiban bersetubuh bagi suami istri, Imam Al Ghazali menjelaskan mengenai kepatutannya.

“Sepatutnya suami menjimak istrinya pada setiap empat malam satu kali. Ini lebih baik…” kata ulama bergelar hujjatul Islam itu. Namun, Al Ghazali tidak memaknai batasan itu secara kaku. “Bahkan sangat bijaksana kalau lebih dari sekali dalam empat malam, boleh pula kurang dari itu, sesuai kebutuhan istri.”


Sebelum melepaskan pakaian atau memulakan persetubuhan. Bacalah dulu bismillah ini



Lalu jika perlu memilih hari dalam bersetubuh, adakah keutamaan malam Jum’at dibandingkan malam-malam lainnya? Dalam hal ini, hadits yang sah dijadikan rujukan adalah riwayat Tirmidzi nomor 496, An-Nasai 3/95-96, Ibnu Majah nomor 1078, dan Ahmad 4/9. Hadits-hadits itu senada, yang terjemahnya sebagai berikut:

“Barangsiapa (yang menggauli istrinya) sehingga mewajibkan mandi pada hari Jum’at kemudian diapun mandi, lalu bangun pagi dan berangkat (ke masjid) pagi-pagi, dia berjalan dan tidak berkendara, kemudian duduk dekat imam dan mendengarkan khutbah dengan seksama tanpa sendau gurau, niscaya ia mendapat pahala amal dari setiap langkahnya selama setahun, balasan puasa dan shalat malam harinya.” (HR. Tirmidzi, An-Nasa’i, Ibnu Majah dan Ahmad)

Subhanallah, dari hadits tersebut tergambar betapa besarnya balasan pahala bagi orang yang melakukannya. Yakni bersetubuh, mandi, bangun pagi, berangkat awal ke masjid untuk menunaikan shalat Jum’at, duduk dekat imam dan mendengarkan khutbah dengan seksama. Pahala dalam hadits ini diberikan kepada orang yang melakukan paket enam amal itu, tidak terpisah-pisah. Namun demikian, tergambarlah keutamaan bersetubuh di malam Jum’at.


 Apabila ingin mencampuri isteri,bacalah doa ini:


Memang ada yang berpendapat bahwa sunnah dalam hadits tersebut adalah bersetubuh pada hari Jum’at (pagi), mengingat mandi Jum’at itu dimulai setelah terbit fajar di hari Jum’at. Namun yang lebih populer adalah bersetubuh di malam Jum’at, sedangkan mandinya bisa saja saat terbit fajar sebelum menunaikan Shalat Shubuh berjama’ah. Wallaahu a’lam bish shawab.[Maraji': Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq dan Kitab Fadhail Amal karya Ali bin Muhammad al Maghribi]


2 comments:

Frennky said...

Bagaimana andaikata suami dlm (perantauan) jauh apakah ketatapan dosa karena meninggalkan perkara wajib (dlm teks di atas skurang2nya 4bln sekali menggauli istri....? Mohon penjelasan nya.......

ingin tau...

Frennky said...

Maaf teks di atas salah tulis..... Sekurang - kurangnya 4 malam /1 bln sekali.... Sedangkan suami dlm keadaan (perantao) jauh....?

Select Your Langguage

Advertisement

Warisan Tamadun



Mungkin Anda Meminati ini

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...